Sex chating email id


Cerita ini memang sungguh2 saya alami sekitar setahun yang lalu. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Setelah aku dapat kiriman URL address Samzara lewat seorang mail-mate dan aku membaca cerita2 serunya, aku terdorong untuk ikut berkisah tentang pengalamanku nyataku ini, walaupun aku sebenarnya bukan penulis. Stimulasi yang paling aku senangi dan bisa membuat penisku keras adalah oral. Bukan seperti di Manggabesar misalnya, semua panti pijat hanya kamuflase dari tempat pelayanan seks saja. Mendingan pembantu aja, semua biaya ada yang nanggung, bisa nabung ‘ ‘Kamu senang kerja di sini? ‘ ‘Boleh‘ Kaki saja bolehlah, asal jangan ke atas, soalnya burungku sedang tak ada kurungannya. Sampai aku menekan kuat2 penisku guna menyemprotkan maniku ke dalam vaginanya.

Sex chating email id-82

Sebenarnya aku ingin tanya lebih jauh tentang kursusnya itu, tapi dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan terus keluar kamar. Aku memang senang dipijit, baik oleh Mang Oyo apalagi oleh wanita muda. Tak enak kalau dia tahu bapaknya dipijat oleh pembantu wanita muda. Sekitar jam 2′ Pertimbanganku, pada jam itu anak kedua sudah ke sekolah, si Bungsu sudah pulang sekolah dan main keluar rumah seperti biasanya, dan masih cukup waktu sebelum isteriku pulang kantor pada pukul 5 sore. Ketika aku melepas , aku baru sadar bahwa aku dari pagi belum mandi dan masih mengenakan ‘pakaian tidur‘ kebiasaanku : T-shirt dan singlet untuk atasnya, dan hanya sarung sebagai penutup tubuh bawahku. Hal ini karena kami hampir selalu diburu waktu, memanfaatkan waktu istirahat makan siang. Tapi bahwa aku akan mendapatkan sesuatu yang lain, yaitu : jauh lebih muda dari umurku, buah dada yang sintal dan besar, foreplay yang mengasyikkan dengan memijatku, makin mendorongku untuk mendapatkan Tini. Uci yang mengangkat, belum berangkat sekolah dia rupanya. ‘ ‘Mas Ade tadi nelepon mau pulang sore, ada belajar kelompok, katanya?

Tapi gimana kalau isteriku tahu aku dipijit oleh Tini, aku belum tahu reaksinya. Sekitar pukul 2 lewat seperempat, Tini mengetuk pintu kamarku. Pakaian ‘kebesaran‘ ini memang kesukaanku, sebab memudahkan kalau sewaktu- waktu aku ingin meniduri isteriku. Tak sabar aku menunggu Senin depan, saatnya Tini akan memijatku lagi ‘. Aku mengharap Tini yang mengangkat telepon sehingga bisa janjian jam berapa dia mau memijatku.

Di hari pertama Tini bekerja, isteriku terpaksa ambil cuti sehari untuk ‘memberi petunjuk ‘ kepada pembantu baru ini. Selama telungkup ini, penisku berganti-ganti antara tegang dan surut.

Pembaca yang baik, dari sejak diterimanya Tini sebagai pembantu rumah tangga kami inilah kisah nyataku berawal.

Mungkin ini cuma flu atau masuk angin, aku tak perlu ke dokter. Cuman pegel2 badan, kayanya masuk angin ‘ Tini mulai menyapu, kemudian mengepel. Belahan dada itu menyiratkan ‘kebulatan‘ dan mantapnya ukuran bukit-bukit disampingnya. Walaupun aku mulai terrangsang menikmati guncangan sepasang ‘bola’ kembar besar itu, aku segera menghilangkan pikiran-pikiran yang mulai menggoda. Tini ternyata rajin bekerja, isteriku senang karena dia tak perlu banyak perintah sudah bisa jalan sendiri. ‘Dia kan baru dateng 2 hari lagi‘ lanjutnya sambil terus mengepel. Tak apalah sekali2 ngobrol ama pembantu, asal masih bisa menikmati guncangan bukit kembarnya. ‘Entar kalo kerjaan saya udah beres, Bapak mau saya pijitin?